I don’t like Monday. Mengapa? Senin tak beda dengan hari lain. Hanya saja, Senin menjadi hari pertama kembali beraktifitas setelah libur. Mestinya sebagai awalan minggu baru, Senin justru penuh semangat. Energi yang terkuras selama lima hari aktif terpulihkan kembali di Sabtu dan Minggu. Bisa dengan pengalihan kegiatan rutin atau sekedar bersantai menenangkan fisik dan mental. Tapi ungkapan I don’t like Monday terlanjur kondang dan mensugesti hampir setiap orang. Keengganan sibuk melanda meskipun mereka tetap pergi ke kantor.
Belum jelas benar ihwal ketidaksukaan orang terhadap hari Senin. Grup musik Inggris Boomtown Rats bahkan menciptakan lagu untuk ini I don’t Like Monday. Beberapa rumor mengatakan , pentolan grup ini, Bob Geldoff, menyanyikan lagu itu akibat kegelisahannya terhadap tragedi penembakan ke arah sekolah dasar yang dilakukan oleh seorang bocah berusia 12 tahun dari apartemennya. Peristiwa itu menewaskan dua orang siswa sekolah itu. Saat ditanya mengapa bocah itu melakukan penembakan, dengan polos dia menjawab “I don’t like Monday”.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Sex? Betul. Tak ada yang salah dengan judul artikel ini. Sex, saat ini merupakan unsur penting dalam bisnis. Malahan sangat penting. Sex memuaskan kebutuhan pelanggan pada produk atau jasa sehingga dapat mengikat loyalitas. Sex juga mampu mengemas sebuah produk dan atau jasa menjadi pilihan di antara kompetitor, alias sebagai komponen keunggulan kompetitif.  Oops…hampir lupa, yang  dimaksud Sex di sini tak lain adalah Keunggulan PelayananService Excellent.


Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




Berpikir global, berperilaku lokal. Sebuah frase kondang yang digunakan di hampir setiap sisi kehidupan. Frase ini merupakan motivasi yang mengiringi perubahan globalisasi dunia sejak ditemukannya internet yang serta merta menghapus batas-batas geografis dalam teknologi komunikasi dan informasi. Peleburan blok-blok perdagangan regional dan regulasi kebijakan tata niaga ekspor-impor internasional yang menyusul kemudian semakin membuat batas wilayah sebuah negara tampak semu kecuali hanya legitimasi kedaulatan semata.
Berbanding terbalik dengan evolusi alamiah, globalisasi berlangsung begitu cepat. Akibatnya banyak negara yang pontang-panting mempersiapkan diri. Akibatnya, krisis ekonomi dan keuangan melanda mereka yang lengah dan lamban mengantisipasi arus perubahan itu. Tak peduli apakah itu negara ekonomi kuat atau lemah, termasuk Indonesia. Perlu waktu belasan tahun untuk bisa mulai merangkak kembali dari kelumpuhan sejak negeri ini dihantam krisis tahun 1997.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Berita panas yang menghangatkan awal musim hujan tahun ini tak lain adalah soal korupsi. Pasal musabab kabar yang selalu menarik namun miris ini, apalagi jika bukan (masih) vonis ringan yang dijatuhkan hakim pada seorang koruptor. Banyak hal yang menjadikan warta tentang koruptor itu bernilai. Terdakwa adalah bekas figur publik yang masih popular karena kehidupan pribadinya sering ditayangkan infotaimen. Dia politikus dari partai yang sekarang berkuasa. Atau, kiprahnya selama beberapa tahun menjabat wakil rakyat berhasil membukukan kekayaan pribadi berlipat-lipat dibandingkan semasa jadi ‘pekerja seni’.
Jika merunut kepopularan si koruptor itu di sini, tentu laman ini akan tak ubahnya seperti sebuah tayangan gosip. Satu yang pasti, publik terhenyak dengan sikap hakim yang dinilai kontraproduktif dengan kampanye antikorupsi yang digemakan selama ini. Maka, berbagai tanggapan yang mempertanyakan sikap hakim tersebut hingga mencacinya bermunculan dari berbagai kalangan. Wajar, tentu saja. Mereka yang berkomentar itu adalah rakyat pembayar pajak sebagai salah satu sumber biaya penyelenggaraan negara ini. Harapan mereka adalah kemakmuran merata, bukan bagi salah satu (atau ribuan) oknum penyelenggara saja.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




Jokowi selalu segar bagi media. Sepak terjangnya selalu diminati. Harapan masyarakat akan gebrakan lain dari wong Solo ini muncul setiap saat. Meskipun beberapa kebijakan yang dikeluarkan sebelumnya cukup memberi angin segar bagi warga ibukota. Tapi, kesan aktual sudah terlanjut melekat padanya. Maka, menyongsong genap 100 hari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, dia tetap menampilkan ‘kesegarannya’. Dan, publik setia menanti.
Kesegaran apa yang dihembuskan Jokowi? Apalagi kalau bukan janji kejutan kebijakan bagi masyarakat DKI. Janji itu sendiri sudah dikatakannya saat merayakan tutup tahun 2012 bersama masyarakat. Sejak itu pula media kasak-kusuk mencari bocoran tentang kejutannya. Jokowi  pun tak kalah aksi menanggapi desakan media untuk mengungkapkan surprise yang akan dilakukannya. Gubernur yang penggemar musik metal ini dengan senyum khasnya hanya menjawab, soal ini dan itu saja. Dia tidak mau merinci lebih lanjut. Media tambah penasaran. Publik idem.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Menarik perhatian (publik) menjadi salah satu kewajiban dari sederetan keharusan yang mesti dilakukan dalam bisnis online. Media sosial yang setiap hari diakses oleh ribuan atau bahkan jutaan orang merupakan kesempatan yang terlalu bergairah untuk disia-siakan. Bukan tidak mungkin sekian persennya adalah konsumen alias pembeli produk kita.
Upaya menarik perhatian (interest) sebenarnya merupakan tahapan lanjut dari informasi (attention). Namun dengan sedikit kreatifitas keduanya bisa dilakukan secara bersamaan. Penyusunan kalimat yang informatif sekaligus persuasif plus penyertaan gambar atau foto produk yang atraktif adalah contoh sederhana sebuah kombinasi attention dan interest yang dilakukan secara bersamaan. Tapi, percayalah, itu bukan hal mudah...

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments





Siapa tak kenal Facebook dan Twitter? Kepopularan dua media sosial ini tidak diragukan lagi. Hampir setiap orang baik pengguna rutin internet atau yang hanya sekali-sekali saja mengenalnya. Sebuah survai yang meneliti pemanfaatan media sosial di Indonesia menemukan jawaban “menambah teman” sebagai alasan terbanyak dari responden. Sementara mereka yang mengaku “hanya ikut-ikutan” alias just for fun menempati posisi kedua. Hanya sebagian kecil saja reponden yang memanfaatkanmedia sosial untuk kepentingan bisnis.
Aneh ? Tidak juga. Ide dasar sebuah media sosial adalah memperkecil dunia melalui konektivitas elektronik (internet). Komunikasi antar orang bisa dilakukan dari dan di mana saja, sepanjang tersedia akses internet. Biayanya pun semakin murah, termasuk harga perangkat kerasnya yang berbanding terbalik dengan peningkatan kecanggihan teknologinya. Dengan kondisi atau benefit seperti itu, maka tak heran jika penggunanya tak pernah surut, malahan terus bertambah. Pas dengan harapan pengembang jejaring sosial...


Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




2013. Apa yang bakal terjadi ? Jawabannya bisa beragam. Seorang teman mengaitkan prospektif tahun itu dengan astrologi China. Ini tahun shio ular air katanya. Biasanya, di tahun ular, kemakmuran meningkat dan situasi (politik) akan lebih sejuk.

Tapi teman yang lain juga punya prediksi. Tahun 2013 akan lebih kondusif. Kondisi yang terbangun di tahun sebelumnya menjadi struktur pondasi kuat dan menunjang perkembangan di tahun ini. Apalagi, ‘penyakit-penyakit’ yang melanda bangsa ini satu-persatu mulai dirontokkan, imbuhnya menganalisa.

Entah apa yang dimaksud kawan itu dengan ‘penyakit-penyakit’. Jelasnya, semua jawaban berkesan positif. Optimisme tersirat dari kata-kata mereka, meski kacamatanya berbeda. Dan, memang sikap itulah yang seharusnya menjadi mindset saat menatap masa depan.



Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




Hari raya selalu dinanti. Bukan semata-mata karena ada ritual yang berbeda nilainya jika dilakukan di hari lain. Liburan panjang juga menjadi bagian yang ditunggu saat hari raya menjelang. Sedangkan bagi pengusaha, momen ini adalah kesempatan untuk meraih omzet dan keuntungan berlipat dari hari-hari selainnya. Sale…Sale…Sale.

Menyongsong hari raya nyaris identik dengan aktifitas belanja. Tradisi ini menjungkir-balikkan semua konsep ‘hidup hemat’ yang tertanam dalam benak publik. “Gak papa, setahun sekali kok” alasan yang sering dikatakan orang untuk membenarkan perilaku boros di hari raya. Hasrat berbelanja masyarakat tampaknya tak bisa ditahan. Pengusaha tersenyum. Saatnya pedagang menjadi raja.



Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments


Adanya anggapan bahwa gaji selangit akan menjamin loyalitas dan mendongkrak motivasi karyawan, tidak sepenuhnya benar. Faktanya, tidak sedikit karyawan yang menjadi “kutu loncat” walau telah mengantongi gaji lebih dari cukup. Keluar masuk tempat bekerja akan terus dilakoni sampai mereka menemukan tempat yang kondusif untuk menyambung hidup. Alasannya sederhana, mereka ingin menemukan kenyamanan dan merasa bahagia saat bekerja. Dengan demikian, produktivitas menjadi optimal tanpa perlu dipaksakan. Mereka akan menjadi “emas“, aset penting perusahaan.


Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



“Like  this” sebuah ungkapan ekspresi yang popular setelah situs jejaring sosial Facebook dibuka untuk dunia. Penyertaan ikon jempol pada kolom status dan komentar di laman anggotanya tidak tampak sesederhana tampilannya. Opsi ini ternyata telah meng-entertaint pemilik status/komentar. Semakin banyak yang “like” kian besar hati pemilik akun karena merasa status/komentarnya punya nilai lebih. Maka, tak heran jika opsi “like” itu membuat jumlah Facebook member bertambah terus setiap menit.

Sebuah inspirasi ?


Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments


Lifestyle. Kata yang sangat popular dan menjadi bagian kultur masyarakat modern. Gaya hidup pun menjadi semacam sematan identitas yang merefleksikan kesan tersendiri baik pribadi atau kelompok. Keunikan dan atau kekhasan menjadi ciri utamanya. Kebanggaan tampil beda secara pribadi atau komunitas adalah tujuan utamanya.

Juga, tak penting kapan gaya hidup mulai menjadi sebuah anutan sosial. Tapi yang terjadi saat ini, lifestyle adalah poin yang tak bisa disepelekan. Tentunya, juga oleh dunia bisnis. Fenomena gaya hidup masih merupakan peluang yang amat menggairahkan.



Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Tahun-tahun awal merintis usaha diakui oleh banyak wirausaha sebagai masa tersulit. Beberapa perusahaan bahkan dipaksa gulung tikar di lima tahun pertama menjalankan usaha. Namun demikian, banyak pula yang berhasil melewati masa stratup dan sukses bertrasnsisi ke tahap pertumbuhan. Dikutip dari American Espress Open Forum, wirausaha yang sukses melewati fase pemula diyakini karena mereka mampu memberikan dorongan nyata dari internal perusahaan. Apa itu?

Baca Selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments


Beberapa waktu lalu Jokowi dan Ahok yang sukses memenangkan Pilkada DKI 2012 dinobatkan sebagai ‘pemasar’ terbaik tahun ini dalam kategori eksekutif oleh sebuah lembaga konsultan bisnis. Jokowi dianggap rational dan layak mendapat  anugerah tersebut karena aplikasi strategi pemasaran (politik) yang dijalankan bersama tim suksesnya berhasil membawa dirinya menjadi DKI 1.

Penilaian kepantasan Jokowi sebagai penerima anugerah itu memang sepenuhnya hak lembaga konsultan itu. Aspek penilaiannya pun juga berdasarkan kriteria yang didesain oleh lembaga tersebut. Namun, tak seorang pun yang mempersoalkan itu. Semua pihak tampaknya bersetuju dengan hasil itu. Apakah ini berarti semua aspek penilaian dari lembaga itu sudah tepat menggambarkan kelayakan Jokowi sebagai pemasar terbaik. Atau justru publik tenggelam dalam kharisma Jokowi yang terlanjur popular sejak dia memajukan diri menjadi calon Gubernur DKI.

Baca Selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Masih ingat film 2012? Film yang mengundang banyak kritik akibat dianggap sebagai penggambaran kiamat itu memang akhirnya menuai laba luar biasa. Pihak Centropolis Entertainment yang memproduksi film itu mengklaim bahwa film itu merupakan salah satu film dengan budget tertinggi yang pernah dirilis, tanpa menyebutkan besar laba yang berhasil ditangguknya. Namun semua pihak meyakini profit 2012 berlipat-lipat dari biaya produksinya.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Kegagalan usaha adalah hal yang lumrah dalam berwirausaha. Statistik membuktikan hampir 50% wirausaha pemula mengalami kegagalan, terutama di lima tahun pertama memutar roda usaha.
Pada artikel sebelumnya, telah dibahas 6 faktor yang kerap menjadi penyebab kegagalan. Berikut adalah 7 penyebab lainnya.
Strategi Harga Kurang Tepat
Harga merupakan kebijakan penting yang mempengaruhi tingkat penjualan. Salah menetapkan harga bisa berakibat fatal pada kelangsungan usaha. Alih-alih meraup untung banyak, justru sulit mendapatkan pembeli karena harga terlalu tinggi. Begitu pun sebaliknya, jika dipatok terlalu murah, target keuntungan semakin sulit dipenuhi.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments


Kegagalan usaha sebenarnya bisa menjadi tonggak awal menuju sukses. Dengan kegagalan, kita dapat belajar dari kesalahan dan lebih mapan pengalaman. Banyak perusahaan semakin maju setelah didera masalah. Garuda Indonesia contohnya. Di era 2007-an, maskapai penerbangan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia ini sempat dilarang terbang di wilayah Uni Eropa selama dua tahun karena tingginya angka kecelakaan. Namun larangan tersebut justru memecut Garuda Indonesia untuk terus berbenah hingga akhirnya sukses menyabet penghargaan tertinggi sebagaiThe Best International Airline.

Baca Selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Industri mobile tampaknya akan semakin bersinar di 2013. Hasil survey yang dilakukan Tripadvisor menyimpulkan bahwa relasi sosial yang terjalin di dunia digital memicu tingginga tingkat ketergantungan masyarakat terhadap perangkat mobile. Dalam survey yang terpisah, Google bahkan menyebutkan 80% penduduk Amerika Serikat sulit meninggalkan gadgetnya saat keluar rumah.
Fenomena sosial era digital sebenarnya sudah lama ‘menggila’ sejak beberapa tahun silam. Namun, medium yang digunakan untuk beraktivitas di dunia maya ternyata telah menunjukkan tanda-tanda pergeseran. Pengguna internet yang awalnya menggunakan desktop, kini mulai migrasi ke perangkat mobile.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments

menang bersaing, peluang usaha, waralaba
Menang bersaing, bahkan sebelum terjun ke medan perang. Fenomena pasar inilah yang dialami iPhone. Jutaan orang di seluruh dunia sangat antusias menanti kehadiran iphone generasi terbaru sejak Apple mempublikasikan rencana peluncuran telepon pintarnya di penghujung 2012. Malahan tak sedikit fanboy (sebutan untuk penggemar fanatik produk Apple) yang mencatatkan diri sebagai pemesan, meski belum tahu persis keunggulan atau inovasi produk itu dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejak kembalinya sang kharismatis Steve Jobs menduduki kursi CEO Apple Computers, gejala ribuan orang antri untuk mendapatkan produk Apple seakan mulai mentradisi. Diawali dengan merilis iPod yang memastikan tamatnya era walkman/discman, iMac, iPad hingga iPhone peluncurannya selalu dipadati peminat.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini juga popular dalam bisnis. Setiap produk berlomba-lomba mencuri hati konsumen. Berharap menang bersaing, perusahaan rela menghabiskan milyaran rupiah untuk beriklan, agar calon pelanggan mengenal produk mereka.
Mengenal? Ya! Iklan belum menjangkau tahapan “menjadi kesayangan pelanggan”. Masih banyak upaya yang mesti dilakukan untuk mencapai itu. Bahkan sebenarnya itulah mimpi terbesar setiap perusahaan. Jika produknya telah menjadi kesayangan pelanggan maka ada semacam ikatan bathin antara  keduanya (perusahaan dan pelanggan).
Pelanggan akan sangat peduli dengan produk, ikut-ikutan memikirkan inovasi, bahkan memasarkan produk kesayangannya. Pokoknya, mereka khawatir eksistensi produk favorit mereka terancam. Hebat kan…
Merayu konsumen agar mau menyintai produk itu, susah-susah gampang. Treacy dan Wierserma memberikan sebuah alternatif yang mesti dilakukan oleh perusahaan. Setelah strategi Keunggulan Operasional (baca: Menang Bersaing, Nilai Lebih Kuncinya #1), mereka menawarkan juga jurus Kekariban dengan Pelanggan (Customer Intimacy).

Baca selangkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments

sumber: www.navigasibisnis.com

Namanya bisnis, tak akan pernah lepas dengan persaingan. Kecuali monopoli. Persaingan itu sendiri merupakan filter yang tak kenal ampun untuk menghempaskan produk atau jasa yang gagal memenuhi harapan konsumen. Meski diakui persaingan tak selalu berlangsung sehat atau mereka yang menang bersaing belum tentu lebih hebat. Boleh dikatakan mereka yang selamat mempunyai ‘nilai lebih’ dibandingkan yang tamat.
Era pemasaran tradisional yang mengembangkan paradigma kualitas berbanding harga agaknya perlu didefinisi ulang. Harapan konsumen senantiasa tumbuh seiring dengan arus informasi yang nyaris tak terbendung. Situasi ekonomi yang berkembang pun menjadi proses pembelajaran konsumen untuk hanya memilih produk atau jasa yang memberikan nilai lebih, bukan sekadar pemuas kebutuhan.

Baca Selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




Cepat bertindak! Adalah Langgeng, pria asal Ngawi ini, sukses meggeluti usaha otomotif karena keberaniannya mengambil keputusan. Dengan modal tabungan sebesar Rp 20 juta-an, Langgeng yang saat itu telah lulus SMA mulai merintis bengkel bubut, khusus untuk kendaraan roda dua. Usahanya terbilang lancar, bengkelnya selalu disesaki pelanggan. Mungkin karena itu jugalah, bengkel-benegkel sejenis mulai subur menjamur. Mau tak mau, bengkel milik Langgeng ikut terkikis oleh sengitnya persaingan.

Baca Selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Man make news! Itulah Jokowi. Joko Widodo disingkat Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahja Purnama alias Ahok setelah sukses mengalahkan pasangan incumbent Foke – Nara dalam putaran II Pilkada DKI 2012, tak ingin larut dalam euphoria kemenangan. Usai pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Wakil,  mereka langsung berbagi tugas. Jokowi menyasar berbagai wilayah kumuh ibukota. Sedangkan Ahok menyambangi instansi pemerintahan serta pelayanan publik. Apakahblusukan memang  merupakan sebuah strategi pemasaran bagi Jokowi ?
Aksi ini – Jokowi menyebutnya dengan blusukan – sudah pasti punya tujuan. Selain menyaksikan sendiri sistem birokrasi dan kondisi wilayah otonominya, mereka juga ingin mencari tahu kepentingan warga pada pemerintahnya.
Hasilnya sungguh luar biasa. Belum genap 100 hari pemerintahannya, Jokowi – Ahok telah menginstruksikan pemangkasan birokrasi terhadap pelayanan publik dan merealisasikan penerbitan kartu kesehatan gratis bagi warga kurang mampu.

Baca Selengkapnya www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



9 Prinsip Sukses Warisan Steve Jobs – Sang penemu yang didaulat sebagai Thomas Alpha Edison abad 21 oleh The Washington Post ini telah menghembuskan nafas terakhirnya. Rabu malam, tepatnya tanggal 5 Oktober 2011, dunia dikejutkan dengan berita duka atas meninggalnya seorang visioner yang melambungakan nama Apple, Steven Paul Jobs. Semasa hidupnya, sang jenius yang biasa disapa dengan Steve Jobs ini kerap menggemparkan dunia dengan sejumlah gadget fenomenal temuannya.
Bagi pelaku usaha, warisan terbesar yang ditinggalkan oleh Steve Jobs bukanlah sejumlah gadget seperti iPhone, iPad, maupun iPod yang bisa dibeli di gerai-gerai Apple. Namun lebih dari itu, Steve Jobs telah mewarisi seperangkat prinsip-prinsip kesuksesan yang mengispirasi dunia.
Apa saja warisan sang visioner?
Read More ...

0 comments



Jangan pernah memandang hobi dengan sebelah mata. Bermula dari hobi, Anda bisa merintis peluang usaha yang menghasilkan. Bukankah lebih mudah menjalankan sesuatu yang Anda sukai? Jika didukung dengan kesungguhan, ketekunan, niat dan tekad yang bulat bukan tidak mungkin usaha yang Anda rintis akan cepat berkembang.

Simak saja cerita sukses Bari Setiadi. Kecintaannya pada dunia otomotif mendorong motivasinya untuk membuka usaha modifikasi audio dan interior untuk kendaraan roda empat. Usaha yang dimulai dari garasi rumahnya kini telah berkembang pesat. Omzetnya pun tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai milyaran rupiah setiap tahunnya.

Anda pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengolah hobi Anda menjadi usaha yang menghasilkan. Berikut ada beberapa potensi peluang usaha yang berawal dari hobi.

Baca Selengkapnya www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments




Sudah menjadi rahasia umum bahwa kemenangan Obama pada 2008 tak lepas dari kejeliannya memanfaatkan kekuatan sosial media. Hasilnya, Obama sukses menjaring hampir 70% pemilih usia muda . Pencapaian yang fenomenal ini membuat The Advertising Age dan American Marketing Association menobatkan Obama sebagai Marketer of the Year.

Di tahun 2012, Obama kembali mencalonkan diri menjadi presiden AS untuk ke-2 kalinya. Dalam upaya melanjutkan kepemimpinanya, Obama harus menghadapai tantangan yang cukup serius. Banyak survey yang menyebutkan dukungan suara terhadap Obama menurun. Beberapa pengamat bahkan menyangsikan Obama dapat mengulang kesuksesannya di tahun 2008.

Keraguan publik “Paman Sam” terhadap Obama bukan tanpa alasan. Obama dianggap gagal membawa Amerika keluar dari krisis ekonomi. Para pemilih usia muda yang awalnya mendukung Obama juga banyak yang menarik dukungannya. Mereka pada umumnya meragukan kemampuan pemerintahan Obama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

Baca Selengkapnya www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Dalam buku terbarunya, Wirausaha Muda Mandiri, Rheinald Khasali merangkum pengalaman beberapa wirausaha muda sukses. Termasuk tip sukses mereka. Silakan simak, siapa tahu Anda bisa belajar darinya.

1. NIKMATI INDAHNYA BERPIKIR KREATIF
Menjadi kreatif berarti selalu membuka pintu dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Seperti kata John C Maxwell, “Bakat saja tidak cukup. IQ juga tidak. Semua baru menjadi potensi, dan setiap potensi perlu menemukan pintunya.” Caranya? Berani mencoba.

Baca Selengkapnya www.navigasibisnis.com
Read More ...

0 comments



Punya banyak ide justru bikin pusing tujuh keliling. Begitu pula ketika kita memilih peluang usaha. Hasrat untuk mendapatkan pilihan terbaik mungkin menjadi salah satu faktor penentu lambatnya proses pengambilan keputusan. Dilain sisi, takut akan kegagalan juga kerap menimbulkan rasa ragu untuk melangkah.

Kalau terus-terusan bingung, kapan kita mulai melangkah? Padahal, jika kita tidak pernah meninggalkan garis start, kita takkan pernah mencapai garis finish. Bagaimana menyiasati semua keraguan yang muncul? Cobalah ikuti beberapa tips dibawah ini.


Tentukan Tujuan

Target Waktu

Menyaring Gagasan

Pilihlah yang paling disukai

Mulailah dari yang paling dikuasai


Baca selengkapnya


Read More ...

0 comments