Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini juga popular dalam bisnis. Setiap produk berlomba-lomba mencuri hati konsumen. Berharap menang bersaing, perusahaan rela menghabiskan milyaran rupiah untuk beriklan, agar calon pelanggan mengenal produk mereka.
Mengenal? Ya! Iklan belum menjangkau tahapan “menjadi kesayangan pelanggan”. Masih banyak upaya yang mesti dilakukan untuk mencapai itu. Bahkan sebenarnya itulah mimpi terbesar setiap perusahaan. Jika produknya telah menjadi kesayangan pelanggan maka ada semacam ikatan bathin antara  keduanya (perusahaan dan pelanggan).
Pelanggan akan sangat peduli dengan produk, ikut-ikutan memikirkan inovasi, bahkan memasarkan produk kesayangannya. Pokoknya, mereka khawatir eksistensi produk favorit mereka terancam. Hebat kan…
Merayu konsumen agar mau menyintai produk itu, susah-susah gampang. Treacy dan Wierserma memberikan sebuah alternatif yang mesti dilakukan oleh perusahaan. Setelah strategi Keunggulan Operasional (baca: Menang Bersaing, Nilai Lebih Kuncinya #1), mereka menawarkan juga jurus Kekariban dengan Pelanggan (Customer Intimacy).

Baca selangkapnya di: www.navigasibisnis.com

Categories:

Leave a Reply