Berpikir global, berperilaku lokal. Sebuah frase kondang yang digunakan di hampir setiap sisi kehidupan. Frase ini merupakan motivasi yang mengiringi perubahan globalisasi dunia sejak ditemukannya internet yang serta merta menghapus batas-batas geografis dalam teknologi komunikasi dan informasi. Peleburan blok-blok perdagangan regional dan regulasi kebijakan tata niaga ekspor-impor internasional yang menyusul kemudian semakin membuat batas wilayah sebuah negara tampak semu kecuali hanya legitimasi kedaulatan semata.
Berbanding terbalik dengan evolusi alamiah, globalisasi berlangsung begitu cepat. Akibatnya banyak negara yang pontang-panting mempersiapkan diri. Akibatnya, krisis ekonomi dan keuangan melanda mereka yang lengah dan lamban mengantisipasi arus perubahan itu. Tak peduli apakah itu negara ekonomi kuat atau lemah, termasuk Indonesia. Perlu waktu belasan tahun untuk bisa mulai merangkak kembali dari kelumpuhan sejak negeri ini dihantam krisis tahun 1997.
Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com
Categories:
