Berita panas yang menghangatkan awal musim hujan tahun ini tak lain adalah soal korupsi. Pasal musabab kabar yang selalu menarik namun miris ini, apalagi jika bukan (masih) vonis ringan yang dijatuhkan hakim pada seorang koruptor. Banyak hal yang menjadikan warta tentang koruptor itu bernilai. Terdakwa adalah bekas figur publik yang masih popular karena kehidupan pribadinya sering ditayangkan infotaimen. Dia politikus dari partai yang sekarang berkuasa. Atau, kiprahnya selama beberapa tahun menjabat wakil rakyat berhasil membukukan kekayaan pribadi berlipat-lipat dibandingkan semasa jadi ‘pekerja seni’.
Jika merunut kepopularan si koruptor itu di sini, tentu laman ini akan tak ubahnya seperti sebuah tayangan gosip. Satu yang pasti, publik terhenyak dengan sikap hakim yang dinilai kontraproduktif dengan kampanye antikorupsi yang digemakan selama ini. Maka, berbagai tanggapan yang mempertanyakan sikap hakim tersebut hingga mencacinya bermunculan dari berbagai kalangan. Wajar, tentu saja. Mereka yang berkomentar itu adalah rakyat pembayar pajak sebagai salah satu sumber biaya penyelenggaraan negara ini. Harapan mereka adalah kemakmuran merata, bukan bagi salah satu (atau ribuan) oknum penyelenggara saja.

Baca selengkapnya di: www.navigasibisnis.com

Categories:

Leave a Reply